Powered By Blogger

Jumat, 29 Januari 2016

INI DIA, GURU “SUPER” YANG MENGINSPIRASI

Oleh : Merri Asiska

            Buku adalah jendela dunia. Buku adalah gudang ilmu.” Untaian kata-kata sarat makna ini sedikit banyak menekankan betapa pentingnya buku bagi setiap orang. Buku buku dan sekali buku. Terlintas pertanyaan, mengapa buku dianggap penting?
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, buku adalah lembar kertas berjilid, berisi tulisan atau kosong. Buku ada beberapa macam, ada buku teks, buku bergambar, bahkan buku elektronik.
Sekilas tentang buku teks, Tarigan (1986) menyatakan bahwa buku teks adalah  buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan  buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud-maksud dan tujuan instruksional dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan bahwa buku teks adalah buku acuan  wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan  penguasaan  ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, serta potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
            Adapun buku bergambar adalah buku yang dilengkapi dengan gambar-gambar yang dapat mendukung isi teks secara keseluruhan. Ada banyak contoh buku bergambar seperti atlas, buku cerita anak-anak, komik, dan lain-lain.
            Buku adalah benda yang paling penting. Mengapa demikian? Ilmu jawabannya. Buku adalah gudang ilmu. Dalam buku tersedia berbagai ilmu yang tak kita ketahui sebelumnya. Buku menyediakan berbagai macam informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang bebagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Dengan bukulah kita bisa menjelajah dunia. Menjelajah dunia? Maksudnya? Arti menjelajah dunia bukan berarti kita harus mengelilingi dunia dari satu tempat ke tempat lain seperti yang pernah dilakukan oleh Christopher Columbus. Menjelajah dunia yang dimaksud adalah kita dapat memperoleh semua informasi yang terdapat di seluruh dunia tanpa harus ke tempat tersebut.
Buku juga merupakan jendela dunia. Bagaimana kita bisa mengetahui keadaan di luar jika kita menutup jendela? Kita harus membuka jendela untuk bisa melihat pemandangan yang berbeda dari dalam rumah bukan? Benar sekali, inilah yang dimaksud dengan membuka buku. Kuncinya hanya membuka buku. Dengan membuka buku berarti kita telah membuka dunia. Tak sekedar membuka, namun juga membaca. Dengan membaca kita bisa mengetahui apa isi dari buku tersebut. Dengan membaca buku secara tidak langsung kita telah membuka jendela, mengetahui lebih tentang dunia yang tak kita ketahui sebelumnya. Milan Kundera, salah satu penulis asal Ceko pernah berkata, “Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka, pastilah bangsa itu akan hancur dan musnah.” Inilah salah satu bukti betapa besarnya manfaat buku terhadap kemajuan peradaban suatu bangsa.
Manfaat buku akan terasa jika kita membaca. Manfaat membaca buku antara lain:
1.        Dapat menstimulasi mental
2.        Dapat mengurangi stres
3.        Menambah wawasan dan pengetahuan
4.        Menambah kosakata
5.        Meningkatkan kualitas memori
6.        Melatih keterampilan berpikir dan menganalisis
7.        Meningkatkan fokus dan konsentrasi
8.        Melatih untuk dapat menulis dengan baik
9.        Dapat memperluas pemikiran seseorang
10.    Dapat meningkatkan hubungan sosial
11.    Membantu mencegah penurunan fungsi kognitif
12.    Dapat meningkatkan empati seseorang
13.    Termotivasi untuk mencapai cita-cita
14.    Sebagai sarana menghibur
Info medis dari Lauren Gelman dan Jessica Cassity (2013) menyatakan bahwa ada 9 poin yang menyangkut manfaat membaca buku dengan kesehatan, antara lain:
1.        Memberi kekuatan bagi memori
Membaca memberikan jenis latihan yang berbeda bagi otak dibandingkan menonton TV atau mendengarkan radio. Baik ketika kita memahami halaman per halaman atau hanya sekedar memindai instruksi manual mesin pembuat kopi, bagian otak yang telah mengembangkan fungsi-fungsi lain (kemampuan imajinasi, bahasa dan pembelajaran asosiatif)  terhubung dalam sirkuit saraf tertentu untuk membaca. Ini merupakan hal yang sangat menantang, Ken Pugh, PhD, presiden dan direktur penelitian Haskins Laboratories kepada majalah Oprah mengatakan bahwa kebiasaan membaca memacu otak kita berpikir dan berkonsentrasi.
2.        Membuat latihan fisik bertahan lebih lama
Layaknya single terbaru Lady Gaga atau episode serial TV Real Housewives, buku juga teman yang baik untuk menemani kita saat latihan fisik. Menenggelamkan diri pada alur buku bisa membuat kita bertahan lebih lama di atas mesin latihan demi menyelesaikan bab yang begitu memikat. Hal itu diungkapkan majalah Weight Watchers. Michele Olson, PhD, profesor fisiologi olahraga di Auburn University yang mengatakan bahwa untuk mencegah timbulnya sakit pada leher atau bahu, pembaca harus menggunakan tempat menaruh buku di mesin dan berusaha tidak memutar bahu mereka selama latihan berlangsung.
3.        Menjaga keremajaan otak
Menurut studi terbaru dari Rush University Medical Cente, membenamkan diri dalam buku yang bagus benar-benar dapat memperpanjang umur pikiran kita. Orang dewasa yang menghabiskan waktu luang mereka dengan melakukan kegiatan kreatif atau intelektual (seperti membaca) memiliki kemungkinan 32 persen lebih lambat mengalami penurunan kognitif di kemudian hari daripada mereka yang tidak. Robert S. Wilson, PhD, profesor neuropsikologi di Rush University Medical Center mengatakan bahwa aktivitas yang melibatkan latihan otak membuat otak lebih efisien mengubah struktur untuk terus berfungsi dengan baik, terlepas dari hal-hal neuropatologi yang berkaitan dengan usia. Studi lain baru-baru ini juga menemukan bahwa manula yang secara teratur membaca atau bermain game yang menantang daya pikir, seperti catur atau puzzle, memiliki risiko dua setengah kali lebih rendah untuk terserang penyakit Alzheimer.
4.        Menghilangkan stress
Meringkuk saat membaca buku yang cukup bagus untuk menurunkan tingkat hormon stres yang tidak sehat, seperti kortisol. Pada sebuah penelitian di Inggris, peserta dilibatkan dalam kegiatan yang merangsang kecemasan, dan kemudian diberikan waktu selama beberapa menit untuk melakukan sejumlah aktivitas. Ada yang membaca, mendengarkan musik, atau bermain video game. Tingkat stres mereka yang melakukan aktivitas membaca turun 67 persen. Itu merupakan angka yang cukup signifikan dibandingkan dengan kelompok yang melakukan kegiatan selain membaca.
5.        Meningkatkan kosakata
Kita bisa menggunakan buku untuk memperluas perbendaharaan kata di kamus otak. Bahkan, para peneliti memperkirakan bahwa kita belajar sebanyak lima sampai 15 persen dari semua kata yang kita tahu melalui membaca. Hal itu sangat penting untuk anak-anak karena kosakata yang mereka miliki secara langsung dan dramatis berkaitan dengan buku yang mereka baca.
6.        Meningkatkan empati
Peneliti Universitas York mengatakan bahwa buku menghadirkan perspektif yang mengubah hidup kita. Menyelami kehidupan karakter memperkuat kemampuan untuk memahami perasaan orang lain.
7.        Mendorong tujuan hidup
Menurut peneliti dari Ohio State University, membaca kisah seseorang yang berhasil mengatasi hambatan hidup dapat memotivasi kita untuk memenuhi tujuan. Jika Anda ingin kenaikan gaji, mengikuti  karakter di buku saat menghadap bos di kantor mungkin bisa memberi keberanian untuk membuat permintaan yang sama. Semakin banyak Anda mengidentifikasi karakter dan peristiwa menjadi seakan benar-benar sedang terjadi kepada Anda, semakin besar kemungkinan Anda melakukan aksi nyata.
8.        Membantu kita merasa lebih terhubung
Seorang psikolog dari University og Buffalo mengatakan bahwa ketika kita mengidentifikasi karakter dalam sebuah buku, kita mengalami semacam hubungan dengan kehidupan nyata yang dapat meningkatkan rasa inklusi.
Dewasa ini, seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, akses buku kian mudah dengan tersedianya buku elektronik atau lebih dikenal e-book yang dapat diunduh secara gratis dengan koneksi internet. E-book, dengan tampilan menarik, lebih mudah diiperoleh dan diakses menjadikannya menjadi buku favorit bagi seluruh orang, bahkan di belahan dunia manapun. Saya misalnya. Bagi saya buku adalah sosok guru “super”. Guru? Tahukah anda apa alasan saya?
Berbicara tentang inspirasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia inspirasi merupakan ilham. Ilham adalah sesuatu yang menggerakkan hati untuk menciptakan. Inspirasi adalah akibat atau hasil dari proses pengembangan diri. Inspirasi adalah jawaban untuk semua pertanyaan. Inspirasi adalah ide yang menghasilkan sebuah karya. Inspirasi adalah akal untuk menyelesaikan setiap masalah. Inspirasi adalah ilham untuk menghasilkan sesuatu yang baru.
Guru, mungkin bagi sebagian orang mendefinisikan kata guru sebagai seseorang yang pekerjaannya mengajar, memiliki murid, dan ada interaksi antara guru dan murid sehingga proses berlangsungnya kegiatan belajar mengajar menjadi efektif. Namun, bukan itu maksud saya. Guru yang saya maksud adalah buku. Paparan diatas sudah cukup menjelaskan berbagai macam manfaat buku bagi setiap orang. Buku membuka wawasan setiap pembacanya. Buku menginspirasi dan memotivasi setiap orang. Dan bagi saya, buku adalah guru “super” yang menginspirasi. Guru yang memberi banyak manfaat. Guru yang secara tak langsung telah mengajarkan saya banyak hal. Alur pengajarannya yang sistematis lewat tulisan membuat saya lebih mudah memahami maksud yang disampaikan. Lalu, tahukah anda siapa guru yang saya banggakan itu?
Menggeluti dunia kepenulisan adalah pekerjaan yang sering habiskan selain mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Ada dua buku yang cukup menginspirasi pencapaian cita-cita saya. “Menjadi Jagoan Fiksi dalam Satu Hari,” karangan Brili Agung, penulis 6 buku, co-writer  7 buku artis, pengusaha, dan trainer, serta “Menjadi Penulis”, karangan Jasmadi. Kedua buku ini berbentuk e-book dan sama-sama mengulas tentang rahasia dan tips-tips yang memotivasi saya untuk terus menulis. Mungkin anda bertanya-tanya apa saja keistimewaan buku ini sehingga begitu menginspirasi saya. Penggunaan kata-katanya yang sederhana dan begitu menggugah menjadi satu-satunya alasan yang membuat saya tertarik dengan kedua buku ini.
Pertanyaan selanjutnya, apa yang membedakan kedua buku tersebut? Jika e-book “Menjadi Jagoan Fiksi dalam Satu Hari” mengulas bagaimana caranya menjadi seorang penulis yang mampu membuat cerpen dalam satu jam, maka e-book “Menjadi Penulis” lebih memotivasi pembaca bagaimana menjadi seorang penulis. Secara logika, mungkinkah setiap orang dapat membuat cerpen dalam satu jam? Mungkin saja. E-book “Menjadi Jagoan Fiksi dalam Satu Hari” ini telah menjawab semuanya.
Dokumentasikan ilmu pengetahuna yang sedang dipelajari maupun yang telah dikuasai, keahlian dan keterampilan dan keterampilan yang dimiliki, pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain dalam bentuk buku. Siapa saja dapat menjadi penulis.” Ini adalah sebuah potongan kalimat yang saya kutip dari e-book “Menjadi Penulis.” Bagi saya, kedua buku ini telah cukup menginspirasi saya untuk tetap termotivasi dalam hal menulis. Menulis, menulis, dan terus menulis hingga inilah hasil tulisan saya. Ini dia, guru “super” saya yang menginspirasi. Bagaimana dengan anda?


***






Tidak ada komentar:

Posting Komentar