Oleh : Merri Asiska
“Buku
adalah jendela dunia. Buku adalah gudang ilmu.” Untaian
kata-kata sarat makna ini sedikit banyak menekankan betapa pentingnya buku bagi
setiap orang. Buku buku dan sekali buku. Terlintas pertanyaan, mengapa buku
dianggap penting?
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, buku adalah lembar kertas berjilid, berisi tulisan atau kosong. Buku
ada beberapa macam, ada buku teks, buku bergambar, bahkan buku elektronik.
Sekilas tentang buku teks, Tarigan (1986) menyatakan
bahwa buku teks adalah buku pelajaran
dalam bidang studi tertentu, yang merupakan
buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk
maksud-maksud dan tujuan instruksional dan diperlengkapi dengan sarana-sarana
pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah
dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran. Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan bahwa buku teks
adalah buku acuan wajib untuk digunakan
di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan
dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan
ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, serta
potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
Adapun buku bergambar adalah buku
yang dilengkapi dengan gambar-gambar yang dapat mendukung isi teks secara
keseluruhan. Ada banyak contoh buku bergambar seperti atlas, buku cerita
anak-anak, komik, dan lain-lain.
Buku adalah benda yang paling
penting. Mengapa demikian? Ilmu jawabannya. Buku adalah gudang ilmu. Dalam buku
tersedia berbagai ilmu yang tak kita ketahui sebelumnya. Buku menyediakan
berbagai macam informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang bebagai hal
seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek
kehidupan lainnya. Dengan bukulah kita bisa menjelajah dunia. Menjelajah dunia?
Maksudnya? Arti menjelajah dunia bukan berarti kita harus mengelilingi dunia
dari satu tempat ke tempat lain seperti yang pernah dilakukan oleh Christopher
Columbus. Menjelajah dunia yang dimaksud adalah kita dapat memperoleh semua
informasi yang terdapat di seluruh dunia tanpa harus ke tempat tersebut.
Buku juga merupakan jendela dunia. Bagaimana kita
bisa mengetahui keadaan di luar jika kita menutup jendela? Kita harus membuka
jendela untuk bisa melihat pemandangan yang berbeda dari dalam rumah bukan?
Benar sekali, inilah yang dimaksud dengan membuka buku. Kuncinya hanya membuka
buku. Dengan membuka buku berarti kita telah membuka dunia. Tak sekedar
membuka, namun juga membaca. Dengan membaca kita bisa mengetahui apa isi dari
buku tersebut. Dengan membaca buku secara tidak langsung kita telah membuka
jendela, mengetahui lebih tentang dunia yang tak kita ketahui sebelumnya. Milan
Kundera, salah satu penulis asal Ceko pernah berkata, “Jika ingin menghancurkan sebuah
bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka, pastilah bangsa itu akan
hancur dan musnah.” Inilah salah satu bukti betapa besarnya manfaat buku
terhadap kemajuan peradaban suatu bangsa.
Manfaat
buku akan terasa jika kita membaca. Manfaat membaca buku antara lain:
1.
Dapat menstimulasi
mental
2.
Dapat mengurangi stres
3.
Menambah wawasan dan
pengetahuan
4.
Menambah kosakata
5.
Meningkatkan kualitas
memori
6.
Melatih keterampilan
berpikir dan menganalisis
7.
Meningkatkan fokus dan
konsentrasi
8.
Melatih untuk dapat
menulis dengan baik
9.
Dapat memperluas pemikiran
seseorang
10. Dapat
meningkatkan hubungan sosial
11. Membantu
mencegah penurunan fungsi kognitif
12. Dapat
meningkatkan empati seseorang
13. Termotivasi
untuk mencapai cita-cita
14. Sebagai
sarana menghibur
Info medis dari Lauren Gelman dan Jessica Cassity (2013)
menyatakan bahwa ada 9 poin yang menyangkut manfaat membaca buku dengan
kesehatan, antara lain:
1.
Memberi kekuatan bagi
memori
Membaca memberikan jenis latihan yang berbeda bagi otak
dibandingkan menonton TV atau mendengarkan radio. Baik ketika kita memahami
halaman per halaman atau hanya sekedar memindai instruksi manual mesin pembuat
kopi, bagian otak yang telah mengembangkan fungsi-fungsi lain (kemampuan
imajinasi, bahasa dan pembelajaran asosiatif)
terhubung dalam sirkuit saraf tertentu untuk membaca. Ini merupakan hal
yang sangat menantang, Ken Pugh, PhD, presiden dan direktur penelitian Haskins
Laboratories kepada majalah Oprah mengatakan bahwa kebiasaan membaca
memacu otak kita berpikir dan berkonsentrasi.
2.
Membuat latihan fisik
bertahan lebih lama
Layaknya single terbaru Lady Gaga atau episode serial
TV Real Housewives, buku juga teman yang baik untuk menemani kita saat
latihan fisik. Menenggelamkan diri pada alur buku bisa membuat kita bertahan
lebih lama di atas mesin latihan demi menyelesaikan bab yang begitu memikat.
Hal itu diungkapkan majalah Weight Watchers. Michele Olson, PhD,
profesor fisiologi olahraga di Auburn University yang mengatakan bahwa untuk
mencegah timbulnya sakit pada leher atau bahu, pembaca harus menggunakan tempat
menaruh buku di mesin dan berusaha tidak memutar bahu mereka selama latihan
berlangsung.
3.
Menjaga keremajaan otak
Menurut studi terbaru dari Rush University Medical Cente, membenamkan
diri dalam buku yang bagus benar-benar dapat memperpanjang umur pikiran kita. Orang
dewasa yang menghabiskan waktu luang mereka dengan melakukan kegiatan kreatif
atau intelektual (seperti membaca) memiliki kemungkinan 32 persen lebih lambat
mengalami penurunan kognitif di kemudian hari daripada mereka yang tidak.
Robert S. Wilson, PhD, profesor neuropsikologi di Rush University Medical
Center mengatakan bahwa aktivitas yang melibatkan latihan otak membuat otak
lebih efisien mengubah struktur untuk terus berfungsi dengan baik, terlepas
dari hal-hal neuropatologi yang berkaitan dengan usia. Studi lain baru-baru ini
juga menemukan bahwa manula yang secara teratur membaca atau bermain game yang
menantang daya pikir, seperti catur atau puzzle, memiliki risiko dua
setengah kali lebih rendah untuk terserang penyakit Alzheimer.
4.
Menghilangkan stress
Meringkuk saat membaca buku yang cukup bagus untuk menurunkan
tingkat hormon stres yang tidak sehat, seperti kortisol. Pada sebuah penelitian
di Inggris, peserta dilibatkan dalam kegiatan yang merangsang kecemasan, dan
kemudian diberikan waktu selama beberapa menit untuk melakukan sejumlah
aktivitas. Ada yang membaca, mendengarkan musik, atau bermain video game.
Tingkat stres mereka yang melakukan aktivitas membaca turun 67 persen. Itu
merupakan angka yang cukup signifikan dibandingkan dengan kelompok yang
melakukan kegiatan selain membaca.
5.
Meningkatkan kosakata
Kita bisa menggunakan buku untuk memperluas perbendaharaan
kata di kamus otak. Bahkan, para peneliti memperkirakan bahwa kita belajar
sebanyak lima sampai 15 persen dari semua kata yang kita tahu melalui membaca. Hal
itu sangat penting untuk anak-anak karena kosakata yang mereka miliki secara
langsung dan dramatis berkaitan dengan buku yang mereka baca.
6.
Meningkatkan empati
Peneliti Universitas York mengatakan bahwa buku menghadirkan
perspektif yang mengubah hidup kita. Menyelami kehidupan karakter memperkuat
kemampuan untuk memahami perasaan orang lain.
7.
Mendorong tujuan hidup
Menurut peneliti dari Ohio State University, membaca kisah
seseorang yang berhasil mengatasi hambatan hidup dapat memotivasi kita untuk
memenuhi tujuan. Jika Anda ingin kenaikan gaji, mengikuti karakter di
buku saat menghadap bos di kantor mungkin bisa memberi keberanian untuk membuat
permintaan yang sama. Semakin banyak Anda mengidentifikasi karakter dan
peristiwa menjadi seakan benar-benar sedang terjadi kepada Anda, semakin besar
kemungkinan Anda melakukan aksi nyata.
8.
Membantu kita merasa
lebih terhubung
Seorang psikolog dari
University og Buffalo mengatakan bahwa ketika kita mengidentifikasi karakter
dalam sebuah buku, kita mengalami semacam hubungan dengan kehidupan nyata yang
dapat meningkatkan rasa inklusi.
Dewasa ini, seiring dengan kemajuan teknologi yang
semakin canggih, akses buku kian mudah dengan tersedianya buku elektronik atau
lebih dikenal e-book yang dapat diunduh secara gratis dengan koneksi internet. E-book,
dengan tampilan menarik, lebih mudah diiperoleh dan diakses menjadikannya
menjadi buku favorit bagi seluruh orang, bahkan di belahan dunia manapun. Saya
misalnya. Bagi saya buku adalah sosok guru “super”. Guru? Tahukah anda apa
alasan saya?
Berbicara tentang inspirasi, menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia inspirasi merupakan ilham. Ilham adalah sesuatu yang
menggerakkan hati untuk menciptakan. Inspirasi adalah akibat atau hasil dari
proses pengembangan diri. Inspirasi adalah jawaban untuk semua pertanyaan.
Inspirasi adalah ide yang menghasilkan sebuah karya. Inspirasi adalah akal
untuk menyelesaikan setiap masalah. Inspirasi adalah ilham untuk menghasilkan
sesuatu yang baru.
Guru, mungkin bagi sebagian orang mendefinisikan
kata guru sebagai seseorang yang pekerjaannya mengajar, memiliki murid, dan ada
interaksi antara guru dan murid sehingga proses berlangsungnya kegiatan belajar
mengajar menjadi efektif. Namun, bukan itu maksud saya. Guru yang saya maksud
adalah buku. Paparan diatas sudah cukup menjelaskan berbagai macam manfaat buku
bagi setiap orang. Buku membuka wawasan setiap pembacanya. Buku menginspirasi
dan memotivasi setiap orang. Dan bagi saya, buku adalah guru “super” yang
menginspirasi. Guru yang memberi banyak manfaat. Guru yang secara tak langsung
telah mengajarkan saya banyak hal. Alur pengajarannya yang sistematis lewat
tulisan membuat saya lebih mudah memahami maksud yang disampaikan. Lalu, tahukah
anda siapa guru yang saya banggakan itu?
Menggeluti dunia kepenulisan adalah pekerjaan yang
sering habiskan selain mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Ada dua buku yang
cukup menginspirasi pencapaian cita-cita saya. “Menjadi Jagoan Fiksi dalam Satu
Hari,” karangan
Brili Agung, penulis 6 buku, co-writer 7 buku artis, pengusaha, dan trainer, serta “Menjadi
Penulis”, karangan Jasmadi. Kedua buku ini berbentuk e-book dan sama-sama
mengulas tentang rahasia dan tips-tips yang memotivasi saya untuk terus
menulis. Mungkin anda bertanya-tanya apa saja keistimewaan buku ini sehingga
begitu menginspirasi saya. Penggunaan kata-katanya yang sederhana dan begitu
menggugah menjadi satu-satunya alasan yang membuat saya tertarik dengan kedua
buku ini.
Pertanyaan selanjutnya, apa yang membedakan kedua
buku tersebut? Jika e-book “Menjadi Jagoan Fiksi dalam Satu Hari” mengulas
bagaimana caranya menjadi seorang penulis yang mampu membuat cerpen dalam satu
jam, maka e-book “Menjadi Penulis” lebih memotivasi pembaca bagaimana menjadi
seorang penulis. Secara logika, mungkinkah setiap orang dapat membuat cerpen
dalam satu jam? Mungkin saja. E-book “Menjadi Jagoan Fiksi dalam Satu Hari” ini
telah menjawab semuanya.
“Dokumentasikan
ilmu pengetahuna yang sedang dipelajari maupun yang telah dikuasai, keahlian
dan keterampilan dan keterampilan yang dimiliki, pengalaman pribadi maupun
pengalaman orang lain dalam bentuk buku. Siapa saja dapat menjadi penulis.” Ini
adalah sebuah potongan kalimat yang saya kutip dari e-book “Menjadi Penulis.” Bagi
saya, kedua buku ini telah cukup menginspirasi saya untuk tetap termotivasi
dalam hal menulis. Menulis, menulis, dan terus menulis hingga inilah hasil
tulisan saya. Ini dia, guru “super” saya yang menginspirasi. Bagaimana dengan
anda?
***