PADA MANUSIA-MANUSIA BERKULIT SAWO MATANG
Oleh:
Er Kha
Lagi-lagi mereka
datang
Menantang desir
angin, menegah hujan
Terlingkup permadani
hijau terbentang..
Harmoni hari
berambigu, pada manusia berkulit sawo matang
Agraris negeri
tersingkap
Dibalik peluh, pada
mereka manusia berkulit sawo matang
Merajut asa dalam tiap
detak tempo, terasa olehnya
Langkahnya gontai,
menatap tajam
Tanyakan pada mereka…
Pada
manusia-manusia berkulit sawo matang
Inikah negeriku?
Benar…
Balada zamin agraris
dari ranah khatulistiwa
Warisan nyata
negeri seribu wajah, Indonesia
Lagi, potret lintang
khatulistiwa mengangkasa
Tanah yang subur,
hijau pepohonan, katanya..
Beragam adat budaya,
dari mereka bumiputra
Tanyakan pada
mereka…
Pada
manusia-manusia berkulit sawo matang
Inikah negeriku?
Diam…
Tak usah bertanya
Cukup…
Aku adalah
penghuni negeri ini
Ranah pertiwi
titisan Tuhan, menurutku
Akulah yang
terbuang
Dalam sendi
kehidupan agraria
Aku bangga…
Aku tak malu…
Benar, ini potret
lintang khatulistiwa
Jangan tanyakan
lagi..
Aku, manusia
berkulit sawo matang..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar